Rabu, 31 Juli 2013

Pembidaiyan




Pembidaiyan
Salah satu cara untuk merawat alat gerak yang mengalami nyeri, bengkak dan perubahan bentuk adalah pembidaiyan. Pembidaian dapat diartikan sebagaia pemakaian alat bantu untuk menghindari pergerakan (imobilisasi) melindungi dan menstabilkan bagian tubuh yang cedera.
Tujuan pembidaian
Tujuan utama pembiadaian adalah untuk mencegah terjadianya pergerakan anggota tubuh yang cedera bidai harus mencakup sendi dan tulang agar efektif.
Beberapa tujuan pembidaian

1.       Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah.
2.       Mengurangi terjadinya cedera yang baru disekitar tulang yang patah.
3.       Member istirahat pada anggota tubuh yang patah .
4.       Mengurangi rasa nyeri .
5.       Mempercepat penyembuhan.
6.       Mengurangi pendarahan.
Macam-macam bidai.
Pembidaian yang baik perlu perhatian khusus, walau mungkin sebagai penolong memiliki beberapa macam bidai namun banyak keadaan yang memerlukan improvisasi.
Ada lima macam yang umum dipakai 
1.       Bidai keras
Umumnya terbuat dari bahan yang keras dan kaku untuk mencegah pergerakan bagian yang cedera. Bahan yang sering dipakai adalah : kayu, almunium, karton, plastic atau bahan lain yang kuat, disamping itu jugabahan harus ringan.
Contoh : bidai kayu, bidai itup, bidai vakum.
2.       Bidai yang dapat dibentuk
Jenis bidai ini dapat dibentuk dan kombinasi untuk disesuaikan dengan bentuk cedera bidai ini sangant bermanfaat pada keadaan yang mensyaratkan pembidaian harus dilakukan pada posisi bagaimana bagian cedera ditemukan,
Contoh : bidai vakum, bantal, selimut, karton kawat.
3.       Bidai traksi
Bidai yang berbentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha. Prinsipnya adalah membantu menjaga keseluruhan bagian tulang yang patah.  
4.       Gendongan / belat dan bebat.
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya menggunakan mitella, (kain segi tiga) atau sejenisnya. Prinsipnya adalah memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Merupakan cara yang paling sering dipakai pada cedera alat gerak atas
Contohnya : gendongan lengan.
5.        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar